Selasa, 11 Desember 2012

Perpisahan

Firman Allah SWT
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (Q.S Al-Hujurat : 13)

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan
perpisahan itu adalah sesuatu yang menyakitkan

begitu juga suatu saat nanti pasti kita akan berpisah
berpisah dan mengikuti takdir Allah masing-masing
karena kita hanyalah makhluk Allah
Allah-lah yang Berhak Menentukan apa yang akan terjadi oleh kita

namun
ijinkan ku untuk terus menikmati ukhuwah ini, sebelum waktu perpisahan itu datang

dan 
satu pinta ku
walau nanti kita akan berpisah 
namun
saling mendo'akan diantara kita tidak akan pernah terputus

Terima kasih Allah
sudah memberikan ku kesempatan mengenal saudaraku ini...
^_^



kupu-kupu

kupu-kupu
betapa indahnya dirimu
indah di pandang
elok rupamu

namun
andaikan orang tahu betapa proses yang kau alami untuk menjadi indah itu butuh waktu yang panjang
berawal dari bentuk yang tidak cantik, dibenci oleh manusia

namun
kau tetap berproses
berproses untuk menjadi rupa yang indah
dan akhirnya menjadi kupu-kupu yang indah hinggap di taman-taman penuh bunga


ya..
refleksi terhadap kupu-kupu
seharusnya menjadikan diri kita malu
malu karena ketidaksabaran, ketidakikhlasan dalam menjalani proses perbaikan hidup

proses tarbiyah yang dijalani tidak bisa instant lalu kita menjadi sholih
namun proses tarbiyah itu harus terus kita lalui hingga akhir hayat kita
karena akhir dari segala akhir adalah kematian

jadi..
tidak ada lagi alasan untuk menyerah dengan proses tarbiyah yang dilakukan
seberat apapun itu
tapi yakinlah itu untuk kebaikan kita kelak
yaitu Jannah-Nya....

blok roudhoh, asrama asma amanina 

Senin, 24 September 2012



hanya Allah-lah tempat untuk berharap

rasa sakit yang kamu alami, 
jadikanlah itu sebagai nikmat yang Allah Berikan kepada kamu

janganlah menyerah pada keadaan
Namun lawanlah rasa yang dapat menghambatmu bergerak di jalan dakwah ini

Jadilah pejuang tangguh... !!!
 

-wejangan dari seorang teman-

tentang rasa...

di sebuah masjid unik di sudut UGM
ku pertama kali bertemu dengan mereka

kesan biasa-biasa saja yang pertama kali timbul
tidak ada rasa apapun, semua datar

namun pertemuan itu adalah awal mula kami bersama dalam satu lingkaran penuh cinta
selalu bertemu dengan mereka, bercengkrama bersama, menangis bersama, sepertinya sudah kami lakukan

empat tahun bukanlah waktu yang singkat
waktu yang cukup membuat kami berusaha saling memahami

SEMOGA ALLAH selalu menautkan hati-hati kami di lingkaran ukhuwah ini..

amiin..

^_^

Jumat, 22 Juni 2012

RuWEt...

dikesunyian perpustakaan UGM
rasanya ni kepala ruwet banget
bagaikan sebuah benang kusut...dimana pemiliknya sulit mengembalikan
tu benang menjadi sebuah untaian yang rapi

ruwet..ruwet...ruwet

tapi seorang kader dakwah ga boleh menyerah hanya dengan suasana
keruwetan tersebut
kader dakwah harusnya terbiasa dengan hal ini
kader dakwah harusnya mampu keluar dari masa-masa ini
kader dakwah harusnya mengucap syukur karena masih merasakan nikmat ruwet ini

karena keruwetan seorang kader dakwah ialah keruwetan memikirkan
problematika ummat, memikirkan bagaimana cara mengobati ummat

ketika pun diri ini sedang mengalami keruwetan
maka hendaknya diri ini bersyukur...bersyukur atas nikmat ini

"Nikmat manakah yang kau dustakan....?"



Yogyakarta, 22 Juni 2012
(bertepatan dengan HUT DKI Jakarta)
08.28

Kamis, 21 Juni 2012

Realita

Bingung rasanya diri ini
ketika ku sering sekali mendengar kata-kata menikah dari teman-teman ku
Seolah kata-kata ini sangatlah vulgar untuk di ucapkan di khalayak ramai

Memang pernikahan itu adalah menggenapkan separuh din kita..
Dibutuhkan kemantapan maknawiyah untuk melangkahkan kaki menuju jenjang pernikahan
Dibutuhkan fikriyah, jasadiyah, maaliyah, dan psikis yang baik pula

Namun, belakangan ini
beberapa realita yang ku dapati
realita yang membuatku bingung
Bingung harus bersikap bagaimana

Ya...
Ketika syuro, perbincangan dengan teman-teman
Pasti ada saja bahasan menikah itu keluar
Entah keluar kata-kata sedang proses ta'aruf ini, atau sedang cari-cari ini, atau sedang nyiapin diri nich...
Apapun itu...
seyogyanya masalah persiapan atau proses pernikahan yang kita alami sampai Undangan siap untuk disebarkan..maka cukuplah "pihak-pihak tertentu" saja yang berhak tahu
Tidak perlu memberitahukan atau menjadikan kata-kata pernikahan dalam bercandaan kita sehari-hari

Namun
Di balik itu semua
yang paling penting adalah keterjagaannya proses kita sebelum menuju ke mahligai pernikahan

Membersihkan hati dari niat selain kepada Allah
Menjaga interkasi dengan calon kita



Wallahu'alam

Senin, 18 Juni 2012

Ayah....

Kau adalah pahlawan bagi ku

Kau mampu menjalani hidup ini di kesendirian tanpa seorang istri sudah sejak belasan tahun yang lalu

Kau membanting tulang untuk menghidupi ku...kaki kau jadikan kepala, kepala kau jadikan kaki

Kau mampu berdiri tegap dan kuat berada di depan ku
Tidak kau tunjukkan raut muka kesedihan itu di hadapan ku

Kau selalu memilih untuk menutupi kesedihan mu dari ku

Kau adalah ayah sekaligus ibu bagiku

Kau mampu memerankan kedua sosok itu dengan baik

Ketika ku sedang sakit,,kau lah yang merawat ku
ketika di sekolah ada pengambilan raport, maka kau lah yang mengambil tugas itu

Memang ku berbeda dengan teman-teman yang lainnya
Mereka mampu dengan mudahnya membicarakan masalah kewanitaan dengan ibu mereka, sedangkan aku tidak

Tapi hal itu, tidak membuat ku lantas menyalahkan keadaan yang ada

Ku bersyukur telah diberikan Ayah seperti mu

Maafkan ku, jika belum bisa menjadi anak yang sholihah
Maafkan ku, jika ku selalu membuat mu sedih
Ku hanya berharap semoga kelak Aku, Ayah, Ibu, dan adik ku kelak mampu berada di jannah-Nya
kita dipersatukan kembali menjadi keluarga yang utuh...

amiin...